24 Agustus 2010 - 19:30

Syaikh Kadzhim ‘Amri, putra dari Ayatullah Syaikh Muhammad Ali al-‘Amri tokoh Syiah terkemuka di Madinah al Munawarah, kemarin siang (24/8) dinyatakan bebas dari hukuman penjara kerajaan Saudi.

Menurut Kantor Berita ABNA, pemerintah Kerajaan Arab Saudi setelah mendapat protes dan tekanan dari komunitas Syiah di Arab Saudi akhirnya membebaskan Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Kadhim  al-‘Amri -putra dari Ayatullah Syaikh Muhammad Ali al-‘Amri, tokoh terkemuka Syiah di Madinah al Munawarah- dari penjara.

Menurut sumber berita yang dapat dipercaya, pembebasan Syaikh Kadhim al-‘Amri dari penjara dilakukan pemerintah Saudi kemarin siang (24/8). Syaikh Kadhim al-‘Amri ditangkap dan dijebloskan ke penjara 20 hari sebelumnya oleh pihak keamanan Saudi. Pembebasan beliau dilakukan setelah pihak kerajaan banyak mendapat protes dari komunitas Syiah dari berbagai kota besar di Arab Saudi yang menuntut pembebasan beliau.

Pihak keamanan kerajaan tanpa alasan yang jelas telah melakukan penangkapan ulama Syiah tersebut. Ketika melakukan penangkapan didahului dengan penyerangan ketempat kediaman terlebih dahulu, merusak pintu dan merobek bendera serta kain yang beliau namakan Mubarak Ahlul Bait as.

Dengan kejadian tersebut Ayatullah Makarim Syirasi menyatakan ketidaksepakatannya dan menyampaikannya kepada pemerintah kerajaan Saudi. Beliau berkata, “Kami menyampaikan kepada pemerintah Kerajaan Saudi pelajarilah, apa yang telah kami lakukan terhadap pengikut Sunni di negeri kami, dan bandingkanlah dengan apa yang mereka lakukan terhadap syiah di negeri mereka.”

Pihak kerajaan juga sebelumnya telah menangkap dua tokoh syiah lainnya dan telah pula membebaskannya. Yusuf Muhammad Zahiri dari kota ‘Awamiyah dengan alasan turut melakukan kekacauan di pemakaman Baqi tahun lalu, dan dibebaskan setelah 8 bulan di penjara. Sementara Ahmad Ali al Jauhar dari kota al Damam, adalah pemuda syiah yang juga sempat dipenjarakan selama 6 bulan sebelum dibebaskan.